jenis-jenis auditor dan standar profesi audit SI
AUDIT
TEKNOLOGI SISTEM INFORMASI
Disusun Oleh :
Ridwan Fajar (16116355)
Ridwan Fajar (16116355)
Universitas
Gunadarma
2019
1. Jelaskan
perbedaan masing-masing auditor berdasarkan jenis-jenis auditor !
Menurut Arens, Elder dan Beasley (2012:14), ada
sekitar 4 (empat) jenis auditor yaitu Auditor publik, auditor pemerintah,
auditor pajak dan auditor internal.
·
Auditor publik
Seorang auditor publik
menjual jasanya terutama dalam bidang pemeriksaan laporan keuangan kliennya dan
biasanya juga menjual jasa konsultasi pajak, konsultasi di bidang manajemen,
penyusunan sistem akuntansi dan juga penyusunan laporan keuangan.
·
Auditor Pemerintah
Auditor pemerintah adalah
seorang auditor yang bekerja untuk pemerintah yang memiliki tugas yang sama
dengan tugas seorang akuntan publik. Selain melakukan audit informasi laporan
keuangan, auditor pemerintah juga sering melakukan evalusai terhadap efisiensi
dan efektivitas operasional program pemerintah dan BUMN.
·
Auditor pajak
Auditor pajak merupakan
auditor khusus didalam Kantor Akuntan Publik (KAP) dan penyidikan pajak. Tanggung
jawab auditor pajak adalah melakukan audit terhadap wajib pajak tertentu untuk
menilai apakah wajib pajak tersebut telah memenuhi ketentuan undang-undang
perpajakan.
·
Auditor Internal
Auditor internal adalah
audit yang bekerja pada perusahaan dan memiliki tanggung jawab untuk melakukan
audit untuk kepentingan perusahaan.
Seorang auditor internal
harus dapat memberikan informasi bagi manajemen dengan tujuan untuk mengambil
keputusan yang berkaitan dengan operasional perusahaan.
Ke empat jenis auditor
diatas memiliki perbedaan yang terletak pada tugas,dan tempat mereka bertugas
untuk melakukan audit.
Standard audit SI
tidak lepas dari standard professional seorang auditor SI. Standar professional
adalah batasan kemampuan (knowledge, technical skill and professional attitude)
minimal yang harus dikuasasi oleh seseorang individu untuk dapat melakukan
kegiatan profesionalnya pada masyarakat secara mandiri yang aturan-aturannya
dibuat oleh organisasi profesi yang bersangkutan.
IT/IS Audit Standar dibagi beberapa macam, yaitu :
·
ISACA : IT Standards, Guidelines, and Tools and
Techniques for Audit and Assurance and Control Professionals
ISACA
yaitu berperan untuk informasi untuk memberikan pengetahuan.
Standar
audit sistem informasi menurut ISACA (Information System Audit and Control Association)
dibagi berbagai macam, yaitu :
1.
S1 Audit Charter
Tujuan, tanggung jawab,
kewenangan dan akuntabilitas dari fungsi audit sistem informasi atau penilaian
audit sistem informasi harus didokumentasikan dengan pantas dalam sebuah audit
charter atau perjanjian tertulis.
2.
S2 Independence
Dibagi
2 macam, diantaranya :
Dalam
semua permasalahan yang berhubungan dengan audit, auditor sistem informasi harus independen terhadap audite baik dalam sikap maupun
penampilan.
·
Organisational
Independence
Fungsi audit sistem informasi harus independen
tehadap area atau aktivitas yang sedang diperiksa agar tujuan penilaian audit
terselesaikan.
3.
S3 Professional Ethics and Standards
Auditor
sistem informasi harus patuh pada penyelenggarakan profesi, termasuk observasi terhadap standar audit
profesional yang dipakai dalam melakukan tugas audit.
4. S4 Professional Competence
Auditor
sistem informasi harus seorang profesional yang kompeten, memiliki keterampilan
dan pengetahuan untuk melakukan tugas audit.
5.
S5 Planning
Auditor
sistem informasi harus merencanakan peliputan audit sistem informasi sampai
pada tujuan audit dan tunduk pada standar audit profesional dan hukum yang
berlaku.
6.
S6 Performance of Audit Work
Pengawasan-staff audit sistem informasi harus
diawasi untuk memberikan keyakinan yang masuk akal bahwa tujuan audit telah
sesuai dan standar audit profesional yang ada. Dan Dokumentasi-Proses audit harus
didokumentasikan, mencakup pelaksanaan kerja audit dan bukti audit untuk
mendukung temuan dan kesimpulan auditor sistem informasi.
7.
S7 Reporting
Auditor
sistem informasi harus menyajikan laporan, dalam pola yang tepat, atas
penyelesaian audit. Bukan hanya itu saja dalam membuat laporan harus berisikan
ruang lingkup, tujuan, periode peliputan dan tingkatan kerja yang harus
terlaksanakan.
·
IIA : International Professional Practices Framework
/ IPPF
International
Professional Practices Framework (IPPF) adalah kerangka kerja konseptual yang mengatur pedoman
resmi praktik auditor internal yang dikeluarkan oleh Institute of Internal
Auditor.
·
IASII : Standar Audit Sistem Informasi
·
BI : Standar Pelaksanaan Fungsi Audit Intern Bank /
SPFAIB
·
BPPT : Framework, Kode Etik & Standar, Pedoman
Umum Audit Teknologi
Menurut pendapat penulis seberapa penting audit
Ti dan SI perlu dilakukan terhadap organisasi.
Seiring dengan perkembangan teknologi yang semakin pesat dan cepat. Maka dibutuhkan sebuah organisasi, yang berfungsi untuk
mencari informasi yang menjadi bagian penting baik untuk perkembangan
organisasi maupun membaca persaingan pasar. sehingga
diperlukan adanya pengelolahan data yang lebih baik dan memudahkan user dalam
melakukan kegiatan sehari-hari. Salah satunya
dengan melakukan audit.
Daftar
Pustaka :



Komentar
Posting Komentar